Pulang adalah sebuah buku perjalanan seorang anak lima belas tahun yang tidak memiliki rasa takut. Rasa takutnya telah diambil oleh seorang monster mengerikan dengan tatapan matanya yang merah dan napasnya yang memburu juga taringnya yang berkemilauan saat ditimpah cahaya petir. Anak lima belas tahun itu adalah Adam yang biasa disebut bujang dan memiliki julukan si babi hutan. Bujang lahir dan besar di kampung pedalaman Sumatera. Bapaknya bernama Samad, seorang mantan jagal tersohor yang meninggalkan masa lalu hitamnya setelah sebuah insiden yang membuat sebelah kakinya lumpuh. Mamaknya sendiri bernama Midah, seorang keturunan pemuka agama. Meski hubungan mereka sempat tidak direstui oleh orang tua Midah, namun kekuatan cinta mereka membuat mereka tetap bersama.
Cerita ini berawal saat Tauke Muda datang kekampung bujang untuk mengadakan pemburuan babi hutan yang telah meresahkan warga sekitar tempat tinggal bujang. Pemburuan itu di lakukan secara besar-besaran oleh Tauke Mudan dan para tukang pukul Tauke Muda. Atas izin bapak mamaknya yang sedikit tidak rela, bujang juga ikut di dalam rombongan tersebut. Mamaknya berpesan bujang hanya boleh menonton pemburuan itu. Bujang pergi dengan membawa tombak dari kayu trembesi dengan ujung logam tajam yang dipinjamkan bapaknya. Perjalanan malam itu di mulai dengan mendaki lereng, melewati jalanan setapak, menuju jantung rimba Sumatra.
Malam itu lah bujang berjumpa dengan Monster yang mengambil rasa takutnya. Sejak saat itu bujang tidak pernah takut pada siapa pun. Jika sejatinya manusia memiliki lima emosi, kini bujang hanya memiliki empat emosi yaitu bahagia, sedih, jijik dan kemarahan sedangkan rasa takutnya sirna bersamaan denga pemburuan malam itu.
Setelah pemburuan itu selesai dan Tauke Muda akan kembali ke kota, Tauke Muda meminta izin membawa Bujang. Sekali lagi dengan berat hati sang mamak harus merelakan kepergian Bujang ke kota, ikut dengan rombongan Tauke Muda. Bahakan Bapaknya harus memohon kepada mamaknya agar mengijinkan bujang ikut dengan Tauke Muda karna disana bujang akan menemukan masa depan yang lebih baik. Mamaknya sekali lagi berpesan, Bujang harus menjaga perutnya dari daging babi dan tuak juga segala macam makanan-minuman haram. Setelah mendapat izin dari bapak dan mamaknya, berangkatlah Bujang ke kota bersama rombongan Tauke Muda.
Di kota bujang diperlakukan dengan sangat istimewa. Bahkan bujang di angkat menjadi anak angkat tauke muda yang sejak ayahnya meninggal telah di angkat menjadi tauke besar. Di kota tersebut, orang pertama yang bertemu dengan bujang adalah basir. Basir yang berumur enam belas tahun dengan perawakan kearab-araban itu senang sekali bicara, terlebih saat ia menceritakan leluhurnya suku baudei.
Tauke Besar juga menyuruh Frans, seorang mantan diplomat yang kini telah menjadi guru di sekolah internasional ibu kota untuk mengajari bujang. Bujang harus memulai pelajaran dari awal karna bujang belum pernah mecicipi bangku sekolah. Bujang belajar pelajaran pengetahuan umum, logika, matematika dan potensi akademik lainnya. Dengan kecerdasan bujang yang di wariskan dari sang ayah, bujang dengan cepat menyusul ketinggalan pelajarannya.
Dengan kepintarannya, tujuan bujang ingin menjadi tukang pukul seperti basir mendapatkan larangan dari tauke besar. Namun bukan Bujang jika dia tidak menentang, persis seperti Samad bapaknya Bujang terus menuntut tidak ingin sekoalah dengan Frans. Akhirnya Tauke Besar mengalah dengn satu perjanjian. Bujang harus melakukan ritual amok yang biasa di lakukan para tukang pukul dan jika kalah, bujang harus kembali bersekolah dengan frans. Setelah melakukan ritual itu ternyata Bujang kalah, sesuai perjanjian jika Bujang kalah dia akan kembali bersekolah dengan Frans. Disamping bujang bersekolah dengan frans, ia juga belajar menjadi tukang pukul dengan kopong kepala tukang pukul keluarga tong. Dia juga belajar menembak dengan solongah dan berlatih samurai dengan guru bushi.
Dua puluh tahun kemudian, Bujang telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah, menjadi jagal dunia hitam, seorang jagal nomor satu. Jenius, kuat, dan tidak mengenal rasa takut. Bujang berhasil menyusul ketertinggalannya dan menyelesaikan sekolah terakhirnya di luar negeri sebagai salah satu lulusan terbaik. Bujang tumbuh menjadi pemuda yang hebat, cerdik dan penuh ide-ide cemerlang. Berpindah dari satu kota ke kota lainnya, dari satu Negara ke Negara lainnya. bertemu orang-orang petinggi sampai calon presiden. Bujang telah menjadi bagian dari Keluarga Tong, salah satu dari delapa keluarga penguasa shadow economy.
Keluarga Tong terus berkembang pesat, bersamaan dengan perkembangan itu bau pengkhianat mulai tercium. Di sanalah rasa takut Bujang mulai tergoyah. Bujang merasa lalai pada dirinya sendiri. Bahwa pengkhianat itu ternyata berada di sekitar Bujang, menjadi bagian terdekat dari hidupnya. Basir dan brigadit tong lah penghianat itu. Mereka menyerbu markas utama keluarga tong untuk menghabisi tauke besar. Namun mereka harus menelan kecewa, Bujang, tauke besar dan parwez berhasil kabur meninggalkan para penghianat itu dari lorong rahasia yang dibuat oleh kompong sebelum ia meninggal. Mereka terus berlari melewati lorong sepajang dua ratus meter ke utara hingga akhirnya bujang tiba diatas rumput yang terpotong rapi. Bujang terkulai lemas hingga tak sadarkan diri sedangkan tauke besar tubuhnya jatuh di samping bujang.
Saat bujang terbangun tubuh tauke besar telah terbujur kaku diranjang samping ia tertidur. Tauke besar tidak dapat di selamatkan lagi. Bujang jatuh sedih untuk yang ketiga kalinya, yang pertama waktu mamaknya meninggal, yang kedua waktu bapaknya meninggal dan ini lah yang ketiga. Namun bujang harus tetap kuat, matahari akan terus memenuhi janjinya untuk tetap terbit dan tenggelam pada waktunya. Bujang memutuskan untuk menyerang kembali markas yang dikuasai oleh basyir dan brigade tong, mereka juga berkerjasama dengan keluarga lin. Bujang besama togas dan pasukan yang tersisa juga sikembar yuki dan kiko selain mereka bujang juga mengajak white dan teman temannya. Bujang dan kawan kawan memenangkan peperangan tersebut.
Empat minggu sejak peperangan tersebut bujang memutuskan untuk pulang menujungi pusara kedua orang tuanya di talang. Menatap kembali ladang tada hujang milik bapaknya yang telah menjadi semak belukar. Kini bujang telah diangkat menjadi kauke besar sejak tauke besar sebelumnya telah meninggal dunia dan bujang telah mengerti makna pulang sebenarnya.
Cerita ini tak hanya berhenti di buku ini. Pertualangan bujang berlanjut pada serial buku tere liye yang baru terbit pada bulan april lalu yang berjudul pergi. Buku berjudul pergi tersebut menceritakan tentang perjalanan bujang membawa pergi keluarga tong. Saat bujang sedang bingung menentukan arah kemana ia harus membawa pergi keluarga tong, ada cerita yang tak pernah terlintas apa lagi singgah dalam pikirannya namun benar benar terjadi.
Cerita-cerita itu membuat dadanya sesak dan fikirannya penuh. pencurian proto tipe yang di lakukan oleh keluarga lin (pada nopel pulang) membawa ia menemukn potongan kisah bapaknya yang juga mantan jagal tersohor keluarga tong. Kisah cinta bapaknya besama catrin, istri pertama namun cinta kedua bapaknya yang memiliki anak bernama diego juga kisa cinta bapaknya bersama istri keduanya namun cinta pertamanya yaitu mamaknya bujang.
Selain menemukan potongan kisah tersebut, bujang juga di hadapkan serangan demi serangan oleh keluarga mater dragon yang ingin menguasai seluruh keluarga sadow ekonomie. Bahkan master dragon membayar pembunuh bayaran untuk membunuh bujang. Namun sayang pembunuhan itu bukan menewaskan bunang namun menewaskan rambang anak dari lumbai
Dengan terbunuhnya rambang akibat ulah mister dragon, bujang marah besar kepada yuki dan kiko. Yuki dan kiko ditugaskan memariksa seluruh pembunuh bayaran yang melakukan perjalanan ke Indonesia. Rambang terbunuh karna kelalayan mereka menjalankan tugas yang telah diberikan oleh bujang. Kejadian tersebut membuat sikembar yuki dan kiko merasa bersalah. Bujang yang marah tak tertahankan memaksa sikembar yuki dan kiko agar menemukan siapa pembunuh itu dalam waktu 15 menit. Namun karna rasa bersalah yuki dan kiko kepada bujang membuat mereka berkerja dengan sangat cepat dan hati-hati sehingga menemukan pembunuh rambang dalam waktu tujuh menit.
Setelah menemukan siapa pembunuh tersebut, mereka menyusun rencana untuk menangkapnya. Rencana yang mereka susun pun berhasil, bujang memerintahkan togar dan dua tukang pukul untuk membawa pembunuh tersebut kegunung berbatu dan mencampakkannya dari ketinggian seribu meter.
Namun serangan master dragon tidak berhenti sampai disitu. Master dragon mengirimkan yurri ke pernikahan sakura anak terakhir keluarga Yamaguchi. Yurri sang master perakit bom meletakkan rakitan bomnya di dalam kue pernikahan sakura. Bom tersebut menewaskan sakura, suaminya dan orang tua suaminya. Kejadian itu membentuk aliansi baru antara keluarga tong dengan keluaga Yamaguchi.
Aliansi antara keluarga tong dengan keluarga Yamaguchi belum cukup untuk melawan master dragon. Bujang dan utusan keluaga Yamaguchi pergi ke Moscow untuk menemui otets dan membentuk aliansi dengannya. Namun hal itu bukan lah hal yang mudah, bujang harus melawan maria anak semata wayang otets. Jika bujang menang maka mereka membentuk aliansi tersebut namun jika bujang kalah maka liansi tersebut tidak dapat dibentuk. Dengan susah payah akhirnya bujang memenangkan pertarungan tersebut dan resmilah terbentuk aliansi tiga keluarga sadow ekonomi.
Setelah terbentuknya aliansi tersebut mereka pun meyusun rencana untuk mengalahkan master dragon. Dalam menjalankan rencana mereka hanya keluarga tong lah yang langsung dipimpin oleh kepala keluarga yakni bujang, hal ini mengingat bujang merupakan salah satu tukang pukul terbaik yang ada di keluarga tong.
Van Humbolt yang merupakan salah satu kapal terbesar yang dimiliki keluarga tong menjadi rencana terbaik yang disiapkan oleh bujang untuk menyerang markas besar keluarga master dragon.
Dengan mengumpulkan aliansi tiga keluarga yakni keluarga tong, keluarga Yamaguchi, Bratva di Van Humbolt bujang melakukan briefing untuk menyusun strategi demi mengalahkan keluarga master dragon. Briefing yang dilakukan oleh bujang di tunjukkan kepada seluruh aliansi yang hadir sekitar 800 orang. Strategi yang dibuat langsung oleh bujang di aminkan oleh pihak aliansi, mendengar strategi dan mengingat kekejaman master dragon terhadap keluarga masing masing semangat semu tukang pukul yang di utus menjadi berapi api, mereka tidak sabar ingin menghancurkan keluarga master dragon. Semua sangat antusias akan kemenangan mereka karena sebelumnya telah berhasil menaklukan keluarga yang beraliansi dengan master dragon.
Namun saat melakukan penyerangan secara langsung ke markas besar keluarga master dragon, bujang merasa ada sesuatu yang salah dengan keadaan markas besar keluarga master dragon, saat menyerang keluarga lin di China bujang cukup kewalahan menghadapi tukang pukul yang ada namun saat melakukan penyerangan kemarkas besar master dragon musuh yang mereka hadapi sangat lah mudah bahkan 40 pendekar terbaik yang di miliki master dragon tidak muncul saat mereka serang. Kekhawatiran bujang pun terbukti saat mereka sampai ke ruang utama tempat master dragon berada, orang yang mereka cari tidak ada diruangan dan tiba tiba saja muncul menara dari ruang bawah tanah serta sesorang yang duduk diatas kursi di menara tersebut.
Master dragon muncul secara mengejutkan dan diikuti dengan kemunculuan 40 pendekar naga,saat ia muncul kepala tukang pukul keluarga Yamaguchi merasa geram dan angsung melakukan penyerangan dengan menggunakan pedang namun naas seekor lebah atau lebih tepatnya sebuah bom buatan yuri mendekati kepala tukang pukul tersebut, hinggap dikepalanya seketika meledak dan menghancurkan kepala tukang pukul tersebut. Semua yang melihat kejadian itu langsung terdiam dan sangat marah dengan master dragon, tetapi jika mereka melakukan serangan kepada master dragon lebah lebah yang lain yang telah bermunculan siap membunuh mereka.
Bujang termenung beberapa saat karena strategi yang telah dia siapkan hampir gagal, tak hanya itu tiba tiba bujang menerima tefon dari kepala tukang pukul keluarga tong yakni togar. Togar dengan suara terengah engah mengatakan bahwa markas keluarga tong telah diserang oleh tukang pukul keluarga master dragon disusul keluarga lainnya yang juga diserang oleh tukang pukul keluarga master dragon. Bujang merasa di permainkan oleh master dragon, sebelum mereka putus asa keajaiban terjadi. Tiba tiba saja lampu gedung dan listrik di dalam gedung mati sehingga lebah lebah yang di kendalikan lewat sisten komputer tersebut berjatuhan, saat kejadian itu semua orang yang berada di gedung tersebut terdiam dan seketika seseorang memainkan sebuah gitar dengan lagu khas spanyol. Bujang yang melihat kejadian itu segera mengetahui kalau orang terebut adalah diego.
Diego muncul di sebelah bujang bagai kalelawar yang lihai bergerak di dalam kegelapan. Diego mengajak bujang untuk segera mengakhiri perperangan, dengan bantuan sugesti dari diego bujang mampu melihat di dalam kegelapan bagai kalelawar, hanya butuh beberapa saat diego dan bujang sudah menghabisi 40 pendekar naga yang mengawal master dragon serta diego berhasil memenggal kepala master dragon. Lampu kembali menyala dan saat semua orang tersadar mereka melihat kepala master dragon sudah terpenggal dan semua pendekar yang mengawalnya telah di habisi sesaat setelah mereka meraih kemenangan telfon berbunyi, bujang menerima kabar bahwa markas besar berhasil di selamatkan dengan bantuan basyir. Bujang cukup terkejut dengan kabar yang ia terima, ia sangat mengingat momen dimana basyir melakukan penghiantan terhdap keluarga tong, namun saat ini ia menjadi penolong keluarga tong.
Akhirnya semua keluarga shadow economy berjalan seperti semula, perjanjian yang dibuat oleh bujang dengan keluarga aliansi telah terlaksana, hingga akhirnya bujang bertemu dengan basyir dan menyerahkan jabatan tauke besar kepada basyir, mengingat basyir merupakan calon kuat penerus keluarga tong selain bujang. Hal ini dikarenakan basyir memiliki kemampuan dalam bertarung dan pemikir yang hebat di keluarga tong. Semua keluarga tong yang saat itu mendengar keputusan bujang cukup kaget namun tetap menerima keputusan itu karena keputusan yang dibuat oleh tauke besar tidak bisa di langgar. Solonga juga mengatakan bagaimanapun basyir juga tetaplah keluarga tong, ia hanya ingin menghabisi tauke besar sebelumnya namun tidak keluarga tong. Setelah semua urusan selesai bujang pergi menemui diego di restoran ayahnya dahulu di singapura, di situ diego manawarkan bujang untuk bekerja sama menghancurkan semua keluarga shadow economy, namun bujang tak mengaminkan keinginan kakak nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar